Sabtu, 20 April 2013

Cerita MAYAT BERJALAN DI TANAH TORAJA



Fenomena Mayat berjalan
tidak hanya menjadi sebuah
cerita legenda belaka dari
Toraja untuk generasi muda
sekarang ini tetapi kisah
nyata itu pun dari ratusan tahun yg lalu telah muncul
kembali di Toraja, Berikut ini
cerita seorang sahabat teman toraja,
pengalamannya menyaksikan
mayat berjalan. Sebagai orang Toraja asli, saya
sangat sering ditanya oleh
teman2 tentang uniknya
kebudayaan Tana toraja
khususnya tentang fenomena
mayat berjalan. saya sendiri lahir dan tumbuh besar di
Tana Toraja sehingga saya
mengetahui tentang adat &
kebudayaan di Tana Toraja
walaupun tidak menguasai
secara keseluruhan tentang asal usul dan segala macam
tetek bengek adat Toraja. Image Cerita mayat berjalan sudah
ada sejak dahulu kala. ratusan
tahun yang lalu konon terjadi
perang saudara di Tana toraja
yakni orang Toraja Barat
berperang melawan orang Toraja Timur. dalam
peperangan tersebut orang
Toraja Barat kalah telak
karena sebagian besar dari
mereka tewas, tetapi pada
saat akan pulang ke kampung mereka seluruh mayat orang
Toraja Barat berjalan,
sedangkan orang Toraja Timur
walaupun hanya sedikit yang
tewas tetapi mereka
menggotong mayat saudara mereka yang mati, karena
kejadian tersebut maka
peperangan tersebut dianggap
seri. pada keturunan
selanjutnya orang-orang
Toraja sering menguburkan mayatnya dengan cara mayat
tersebut berjalan sendiri ke
liang kuburnya.

Fenomena “Mayat berjalan”
itu saya sendiri pernah
menyaksikannya secara
langsung. kejadian tersebut
terjadi sekitar tahun 1992
(saya baru kelas 3 SD). pada saat itu di desa saya ada
seorang bernama Pongbarrak
yang ibunya meninggal.
seperti adat orang Toraja sang
mayat tidak langsung
dikuburkan tetapi masih harus melalui prosesi adat
penguburan (rambu solo’).
saat itu setelah dimandikan
mayat sang ibu diletakkan di
tempat tidur dalam sebuah
kamar khusus sebelum dimasukkan kedalam peti
jenasah. pada malam ketiga
seluruh keluarga berkumpul
untuk membicarakan
bagaimana prosesi
pemakaman yang akan dilaksanakan nanti. saat itu
saya duduk di teras rumah
maklum anak-anak jadi suka
mondar mandir. namun
setelah rapat selesai (sekitar
jam 10 malam), tiba-tiba ada kegaduhan dalam rumah
dimana beberapa ibu-ibu
berteriak -teriak. karena
penasaran saya berusaha
melongok ke dalam rumah
dan astaga sang mayat berjalan keluar dari dalam
kamar,


kontan saja saya dan
teman2 saya berteriak histeris
dan berlari menuruni tangga.
saya berlari dan mendapatkan
ayah saya sambil histeris ketakutan. setelah itu saya
langsung dibawa pulang
kerumah oleh ayah dan saya
tidak tahu apa yang terjadi
selanjutnya. Keesokan
harinya kejadian tersebut rupanya cukup heboh
diperbincangkan oleh warga
dan informasi yang saya
dengar bahwa Pongbarrak
yang melakukan hal tersebut.
konon dia iseng aja untuk membuat lelucon pada malam
itu. Pada zaman sekarang sudah
sangat jarang orang Toraja
yang mempraktekkan hal
tersebut walaupun masih
banyak generasi yang
memiliki ilmu seperti itu. akan tetapi mereka masih sering
mempraktekkannya pada
binatang seperti ayam atau
kerbau yang diadu dalam
keadaan leher terputus.
Binatang seperti kerbau yang sudah dipotong kepalanya
dan dikuliti habispun, masih
bisa dibuat berdiri dan berlari
kencang, mengamuk kesana
sini!



itulah sdikit info dri shbat kita. Yg sya dpatkan dri bincang2 dgn nya.. Smoga bermanfaat gan... ?

1 komentar: